jiwa yang terasing ...

Blog EntryDIIIAAAMMM ...May 19, '08 1:07 PM
for everyone


...
...
...

Dikisahkan bahwa ada seorang lelaki miskin yang mencari nafkahnya hanya dengan mengumpulkan kayu bakar lalu menjualnya di pasar. Hasil yang ia dapatkan hanya cukup untuk makan. Bahkan, kadang-kadang tak mencukupi kebutuhannya. Tetapi, ia terkenal sebagai orang yang sabar.

Pada suatu hari, seperti biasanya dia pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayubakar. Setelah cukup lama dia berhasil mengumpulkan sepikul besar kayu bakar. Ia lalu memikulnya di pundaknya sambil berjalan menuju pasar. Setibanya di pasar ternyata orang-orang sangat ramai dan agak berdesakan. Karena khawatir orang-orang akan terkena ujung kayu yang agak runcing, ialalu berteriak, "Minggir... minggir! kayu bakar mau lewat!."

Orang-orang pada minggir memberinya jalan dan agar mereka tidak terkena ujung kayu. Sementara, ia terus berteriak mengingatkan orang. Tiba-tibalewat seorang bangsawan kaya raya di hadapannya tanpa mempedulikan peringatannya. Kontan saja ia kaget sehingga tak sempat menghindarinya.Akibatnya, ujung kayu bakarnya itu tersangkut di baju bangsawan itu danmerobeknya. Bangsawan itu langsung marah-marah kepadanya, dan tak menghiraukan keadaan si penjual kayu bakar itu. Tak puas dengan itu, ia kemudian menyeret lelaki itu ke hadapan hakim. Ia ingin menuntut ganti rugi atas kerusakan bajunya.

Sesampainya di hadapan hakim, orang kaya itu lalu menceritakan kejadiannya serta maksud kedatangannya menghadap dengan si lelaki itu. Hakim itu lalu berkata, "Mungkin ia tidak sengaja." Bangsawan itu membantah. Sementara si lelaki itu diam saja seribu bahasa. Setelah mengajukan beberapa kemungkinan yang selalu dibantah oleh bangsawan itu, akhirnya hakim mengajukan pertanyaan kepada lelaki tukang kayu bakar itu. Namun, setiap kali hakim itubertanya, ia tak menjawab sama sekali, ia tetap diam. Setelah beberapapertanyaan yang tak dijawab berlalu, sang hakim akhirnya berkata pada bangsawan itu, "Mungkin orang ini bisu, sehingga dia tidak bisa memperingatkanmu ketika di pasar tadi."

Bangsawan itu agak geram mendengar perkataan hakim itu. Ia lalu berkata,"Tidak mungkin! Ia tidak bisu wahai hakim. Aku mendengarnya berteriak dipasar tadi. Tidak mungkin sekarang ia bisu!" dengan nada sedikit emosi."Pokoknya saya tetap minta ganti," lanjutnya.

Dengan tenang sambil tersenyum, sang hakim berkata, "Kalau engkau mendengar teriakannya, mengapa engkau tidak minggir?" Jika ia sudah memperingatkan, berarti ia tidak bersalah. Anda yang kurang memperdulikan peringatannya."

Mendengar keputusan hakim itu, bangsawan itu hanya bisa diam dan bingung. Ia baru menyadari ucapannya ternyata menjadi bumerang baginya. Akhirnya ia pun pergi. Dan, lelaki tukang kayu bakar itu pun pergi. Ia selamat dari tuduhan dan tuntutan bangsawan itu dengan hanya diam.
...
...
...

17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ariesca wrote on May 19
silent is gold?
3legiowner wrote on May 19
ariesca said
silent is gold?
yagh ...
diem ntu emas ...
ariesca wrote on May 19
kalo pengen berlian apaan dong?
3legiowner wrote on May 19
walah ...
ms ga tao ...
berlian ntu kahn batu permata ...
hariribowo1 wrote on May 19
kalau tidak keberatan saya mau numpang ikutan sharing,
Dalam cerita ini si miskin di selamatkan oleh Hakim yang Bijaksana. Wisdom is Golden..

Terimakasih, cerita yang bagus, sekaligus mengingatkan kita untuk berlaku adil kepada semua golongan manusia.
*salam kenal.
semusanja wrote on May 19
g slmnya diam itu emas, kdg perak or perunggu ...haha piss bro'

cerita ini sbh cermin
bagussss ..
siperimungil wrote on May 19
* serius baca *

-copas komen di blog saia-
annilasyiva wrote on May 19
diam itu tak bersuara....sepi..
oier wrote on May 20
be silent...
3legiowner wrote on May 20
g slmnya diam itu emas, kdg perak or perunggu ...haha piss bro'

cerita ini sbh cermin
bagussss ..
hehehee ...
tengs ...
3legiowner wrote on May 20
* serius baca *

-copas komen di blog saia-
lg serius bales komen ...
walah ...
3legiowner wrote on May 20
diam itu tak bersuara....sepi..
kdg2 diem ntu sebenar na tuk diri kita sendiri ...
bkn tuk org laen ...
3legiowner wrote on May 20
oier said
be silent...
sst ...
jgn bersisik ...
da anak kecil ...
tiarrahman wrote on May 20
nice story
3legiowner wrote on May 21
thanks ...
fatuh wrote on May 24
wah klo mnrutq sih, ni diam mmbahayakn dri sendiri..inikn lebih kpd pengadilny..
3legiowner wrote on May 24
cerita ni hanya sebuah kiasan ...
yang mengangkat kepada sifat diam ntu sendiri ...
sbb da yg mengatakan ...
klo mulut itu sebenarna untuk orang laen ...
sedangkan teling ntu untuk kita sendiri ...
...
walah ...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help